Mau Ikut Berpartisipasi Cegah TBC? Ini Dia Caranya!

Kamis, 26 Apr 2018 17:28

Penulis: Iwan Tantomi

Ayotosstb.com - Bagi masyarakat Indonesia, TBC adalah momok yang menakutkan. Bagaimana tidak? Di tahun 2015, berdasarkan penelitian WHO, terjadi sekitar satu juta kasus TBC baru dengan angka kematian mencapai 100.000 dalam satu tahun.

Hanya karena bakteri kecil bernama Mycobacterium tuberculosis, seseorang yang terinfeksi harus menjalani rangkaian pengobatan dan pemeriksaan yang sangat panjang. Pasien diharuskan sabar karena seandainya pengobatan ini putus di tengah jalan, bakteri dikhawatirkan akan resisten terhadap obat dan memerlukan pemeriksaan baru lagi, tentunya dengan tambahan biaya yang tidak sedikit.

TBC pada manusia diawali dengan gejala batuk berdahak yang bertahan hingga dua minggu atau lebih. Selama masa ini, gejala akan diselingi dengan adanya sesak napas, badan lemas,  nafsu  makan  menurun,  berat  badan  menurun,  malaise,  berkeringat  malam  hari  tanpa  kegiatan  fisik, demam  meriang  lebih  dari  satu  bulan, dan bila sudah parah dapat timbul dahak bercampur darah atau batuk darah,. TBC juga rentan terjadi pada anak-anak dan biasanya ditandai dengan batuk dan demam lebih dari dua minggu, disertai berat badan turun, atau tidak naik, dalam dua bulan sebelumnya. Si kecil juga akan terlihat kurang bersemangat selama gejala ini terjadi.

Penyakit ini ditularkan oleh penderita melalui udara. Saat ia batuk, bersin, bahkan ketika berbicara pun sang penderita bisa menularkan TBC. Salah satu cara ampuh untuk mencegahnya supaya tidak menjangkiti orang lain adalah kesadaran untuk memakai masker, bagi penderita. Bila tidak dilakukan pencegahan sejak dini, dengan menggunakan masker, dikhawatirkan seorang penderita bisa menularkan penyakit ini ke lebih banyak orang.

Perlu diketahui pula bahwa penderita TBC tak seharusnya dikucilkan. Sudah menjadi kewajiban bagi keluarga pasien untuk tetap dekat dan memberikan semangat agar pengobatan selama enam bulan bisa tuntas dan tidak menginfeksi orang lain. Sekali lagi, bantuan masker sangat dibutuhkan keluarga agar tetap bisa dekat dengan penderita, tanpa khawatir tertular.

Selain dengan masker, keluarga atau orang terdekat pasien dapat melalukan upaya berikut untuk mencegah tertular TBC, diantaranya dengan memperkuat daya tahan tubuh terhadap TBC dengan rutin berolahraga, memiliki gaya hidup sehat, makan makanan bergizi, dan menjaga ventilasi udara. Jangan lupa untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, serta tidak memberi celah pada perkembangan bibit-bibit penyakit.

 

Ikuti Kami