Lebih Baik Diobati Daripada Disembunyikan, Obat TBC Bisa Didapatkan Gratis Lho!

Kamis, 08 Feb 2018 17:44

Penulis: Iwan Tantomi

Ayotosstb.com - Yang namanya penyakit tentu harus disembuhkan. Apalagi yang menderita sakit adalah orang tersayang. Tapi untuk kasus Tuberkulosis (TBC), masih ada saja orang yang menganggap gangguan kesehatan ini sebagai kutukan. Nggak boleh ada yang dekat-dekat dengan dia. Nggak cuma orang lain, kerabat yang dekat dengan penderita pun juga punya pemikiran seperti itu.

Akibat penilaian negatif ini, banyak penderita TBC yang justru nggak terselamatkan. Padahal Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), menyatakan bahwa peran keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan penyakit TBC.

Dengan semakin tingginya penularan Tuberkulosis di Indonesia, sejak tahun 2016 lalu telah dicanangkan Gerakan TOSS TB untuk menumbuhkan semangat melawan dan menghilangkan TBC dari muka bumi ini. Program utamanya adalah Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis. Setiap penderita TBC akan mendapatkan bantuan berupa obat gratis agar bisa sembuh seperti sedia kala.

Begini caranya biar bisa mendapatkan obat gratis untuk TBC.

Kunjungi Layanan Kesehatan yang Menjalankan Progam TBC DOTS

© pexels

Obat Anti TBC diberikan secara gratis, tanpa pengecualiaan, di layanan yang telah menjalankan program TBC DOTS, baik puskesmas, rumah sakit maupun klinik. Penerimanya pun tak harus terdaftar dulu sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dengan begitu, pasien TBC bisa langsung meminum obat anti TBC tersebut, jika memang sudah didiagnosa positif sakit TBC, tanpa khawatir mengeluarkan dana besar untuk pengobatan awal TBC.

Di Mana Ambil Obatnya?

Kalau dokter sudah mendiagnosa dengan TBC, maka langsung diberikan obat anti TBC secara gratis di layanan kesehatan yang menjalankan program TBC DOTS. Tempat-tempat tersebut mencakup puskesmas, rumah sakit, klinik atau fasilitas kesehatan terdekat.

Bila timbul Efek Samping , Segera Konsultasikan ke Dokter

© pexels

Ada banyak ragam jenis obat TBC. Nama-namanya adalah sebagai berikut, Rifampisin Ethambutol, Isoniazid, dan Pirazinamid. Obat-obat anti tuberkulosis memang menimbulkan efek samping, seperti mual, gangguan penglihatan dan pendengaran, hilangnya nafsu makan, dan lain-lain. Apabila beberpa efek samping tersebut muncul sesudah minum obat anti TBC, segeralah menghubungi petugas kesehatan terdekat. Tujuannya untuk memperoleh informasi atau jika perlu untuk mendapatkan penangan lebih lanjut.

Pemerintah Sangat Peduli dengan Pasien TBC

Pemerintah sangat memerhatikan pasien TBC. Dengan program Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB), yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, yang memberikan pengobatan gratis bagi pasien TBC, diharapkan masyarakat nggak takut lagi berobat.

Begitu pula ketika ada keluargamu yang enggan berobat. Jangan biarkan TBC kembali merajalela. Jadilah warga negara yang peduli dengan kesehatan Indonesia dengan pro-aktif, mengajaknya memeriksakan diri agar segera tertangani dan terobati.

Merujuk dari situs resmi Kementrian Kesehatan, tingkat kesuksesannya mencapai 90%. Jadi, jangan minder gara-gara Tuberkulosis. Sudah ada ratusan ribu penderita TBC di Indonesia yang telah diobati dan mendapatkan kesembuhan. Jangan ragu berobat ketika Tuberkulosis menyerang.

Source:

http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._67_ttg_Penanggulangan_Tuberkolosis_.pdf

Ikuti Kami