Fakta Penting Tentang Kuman Penyebab TBC, Wajib Tahu Nih!

Kamis, 15 Feb 2018 14:04

Penulis: Iwan Tantomi

Ayotosstb.com - Tuberkulosis atau TBC  menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai. Apalagi menurut Laporan TB Global Report tahun 2017, jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan ada satu juta dua puluh ribu kasus TBC baru per tahun (391 per 100.000 penduduk) dengan 110.000 kematian per tahun (42 per 100.000 penduduk). Adapun penyebab TBC sendiri adalah kuman Mycobacterium tuberculosis.

Nah, agar lebih paham tentang kuman penyebab TBC tersebut, berikut beberapa fakta penting yang wajib banget diketahui.

Berukuran Mikron

Sebagaimana lazimnya makhluk hidup mikroskopis, Mycobacterium tuberculosis memiliki ukuran sangat kecil. Bentuknya seperti batang, dengan panjang 1-10 mikron. Adapun lebarnya dari 0,2 sampai 0,6 mikron. Pada pasien TBC, kuman ini kerap terbawa lewat percikan dahak. Sekali batuk ada sekitar 3000 percikan dahak yang mengandung 0-3500 kuman TBC. Sementara saat bersin, bisa tersebar 4500-1.000.000 kuman TBC ke udara. Tak heran, jika ada orang yang menghirup udara yang mengandung percikan dahak yang infeksius tersebut, ia berpeluang tertular TBC juga.

Sifatnya Kuat

Kuman penyebab TBC ini memiliki sifat yang kuat saat menginfeksi tubuh. Dalam proses pengobatan, meskipun sudah merasa lebih baik dalam waktu 2 bulan, pasien tetap harus meneruskan pengobatanya sampai tuntas, karena struktur sel kumannya bersifat tahan asam sehingga perlu pengobatan jangka panjang agar kuman TBC dalam tubuh bisa diberantas sepenuhnya. Pengobatan dalam jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus obat karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat kuman menjadi resisten atau kebal, sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang tentunya lebih berat.

Tahan Terhadap Suhu Rendah

Mycobacterium tuberculosis bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama pada suhu rendah, yaitu dari 4°C hingga -70°C. Meski begitu, kuman penyebab TBC ini sangat peka terhadap panas, sinar matahari, juga sinar ultra violet. Paparan langsung terhadap sinar UV dapat menyebabkan kuman mati dalam kurun waktu beberapa menit. Sementara, kuman yang ada dalam dahak dengan suhu antara 30-37°C, baru akan mati dalam kurun waktu sekitar seminggu.

Melihat fakta kuman penyebab TBC yang begitu membahayakan, maka penting kiranya untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Hidup Sehat (PHBS) sebagaimana yang dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Dengan begitu, kita tak mudah tertular kuman penyebab TBC tersebut.

Ikuti Kami