Cari Tahu Penyebab Sudah Imunisasi BCG Kok Masih Bisa Tertular TBC

Selasa, 27 Mar 2018 14:07

Penulis: Iwan Tantomi

Ayotosstb.com - TBC merupakan satu dari beberapa penyakit paling mematikan di Indonesia. Catatan WHO tahun 2015 menunjukkan bahwa ada satu juta kasus TBC baru per tahun, dengan 100.000 kematian per tahun di seluruh Nusantara.

Penderita TBC biasanya mengalami batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, disertai gejala tambahan yaitu sesak napas, badan  lemas,  nafsu  makan  menurun,  berat  badan  menurun,  malaise,  berkeringat  malam  hari  tanpa  kegiatan  fisik,  sampai demam  meriang  lebih  dari  satu  bulan, untuk kasus yang lebih parah dapat timbul batuk berdahak disertai darah.

Salah satu cara untuk meminimalisir serangan TBC adalah membekali diri dengan vaksin BGC, atau Bacille Calmette-Guerin. Suntikan ini biasanya diberikan satu kali sebelum bayi mencapai usia tiga bulan. Namun dalam perkembangannya, orang yang saat masih kecil sudah mendapatkan BCG masih saja tidak aman dari TBC. Kok bisa, ya?

Ternyata BCG tidak sama sekali menghentikan serangan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bila vaksin ini tidak didukung dengan faktor-faktor lain, seseorang tetap bisa menderita TBC. Berdasarkan keterangan dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dua faktor pertama yang bisa mendukung persebaran TBC adalah lingkungan dan penyakit penyerta.

Dalam konferensi pers bulan Maret 2016 lalu, Mohammad Subuh menjelaskan bahwa meski sudah diimunisasi, bukan berarti bisa bebas sepenuhnya dari TBC.

“Tetap harus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Jaga kondisi tubuh," jelas Subuh.

Ia juga menjelaskan bahwa faktor daya tahan tubuh juga sangat berpengaruh dalam penularan TBC. Hal ini disebabkan karena bakteri penyebab TBC saat masuk ke tubuh manusia seringkali tidak langsung bermanifes, tapi tidur atau memiliki sifat dorman. Begitu imun sedang turun, bakteri akan memulai serangannya.

Meski demikian, bukan berarti vaksin BCG tidak berguna sama sekali. Imunisasi ini tetap dianggap penting dan wajib untuk diberikan guna meminimalisasi risiko penularan TBC. Apalagi saat ini pemerintah dan masyarakat sedang giat mewujudkan Indonesia bebas TBC tahun 2050.

Kalau sudah memiliki vaksin BCG, tapi tetap terdampak TBC, tak perlu panik. Pemerintah memberikan kemudahan dengan obat gratis dan berkualitas di Puskesmas-Puskesmas terdekat. Pahami dan laksanakan petunjuk dari dokter. Lakukan pengobatan secara rutin selama enam bulan agar bakteri Mycobacterium tuberculosis tidak resisten obat dan teratasi, tanpa sempat menular ke orang lain.

Ikuti Kami